Skincare Berkembang, Sampah Menjadi Ikut Berkembang!


Perkembangan zaman membuat masyarakat semakin sadar tentang pentingnya merawat diri. Di Indonesia sendiri, tren produk kecantikan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu dapat dilihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 mengungkapkan bahwa industri kosmetik dan skincare mengalami peningkatan sebesar 5,59 persen dan terus meningkat hingga 2023. Perusahaan kosmetik dan skincare lokal atau brand asal Indonesia juga telah bertumbuh. Dari survei yang dilakukan oleh tim Compas pada periode Agustus 2022, terdapat sebanyak kurang lebih 6.490 listing produk yang ada di Tokopedia. Produk kosmetik terlaris berasal dari kategori kosmetik wajah, bibir, dan mata. Total penjualan kosmetik wajah mencapai Rp11 milyar atau setara dengan 112 ribu transaksi.


Namun, perkembangan skincare dan kosmetik membawa pengaruh buruk dengan meningkatnya sampah yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan hampir 100% produk skincare dan kosmetik menggunakan kemasan sekali pakai. Berdasarkan laporan Minderoo Foundation mengatakan bahwa industri kosmetik global memproduksi lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, yang sebagian besar tidak dapat didaur ulang. Menurut laporan Minderoo Foundation, jika tidak ada tindakan mengatasi masalah sampah ini, aliran plastik ke lautan akan tiga kali lipat jumlah pada 2040. 

Jumlah sampah ini tentu akan terus bertambah setiap tahunnya. Pemerintah harus memberikan regulasi dan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Namun masyarakat juga harus ikut serta dalam menyelesaikan masalah ini. Salah satu langkah sederhana mengatasi permasalahan sampah ini adalah dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Indonesia telah memiliki banyak platform untuk mendaur ulang sampah khususnya sampah skincare dan kosmetik dan masyarakat bisa menggunakan platform tersebut untuk menyalurkan sampah skincare dan kosmetik.

Berikut beberapa platform menyalurkan sampah skincare dan kosmetik yang dapat digunakan :

1. Waste4Change

Waste4Change atau W4C adalah platform yang mengumpulkan berbagai jenis sampah termasuk sampah skincare dimana sampah bisa dikirim atau dijemput di rumah masing-maisng. Lokasi mitra drop point yang bisa dijadikan sebagai titik pengiriman sampah meliputi Jakarta, Bogor, Bekasi, Sidoarjo, dan Semarang.

2. Sociolla Recycle Station
Tempat recycle botol skincare Sociolla ini tersebar di 34 lokasi di Indonesia. Dengan mengumpulkan sampah skincare setiap minggunya akan mendapatkan 5 SOCO Points apabila menukarkan 1 kemasan.

3. #DoGood Box Watsons
Watsons juga turut terjun dalam mendukung program kelola sampah. Tempat recycle botol skincare ini memungkinan setiap pengguna untuk mengumpulkan aneka jenis botol skincare dari merek manapun dan akan mendapatkan voucher belanja hingga ribuan dan ratusan ribu Rupiah.


4. Mall Sampah
Mall Sampah termasuk tempat pengelolaan botol skincare plastik yang memiliki fitur MS Point, yakni menukarkan poin dengan voucher segelas kopi, saldo e-wallet, token listrik, pulsa, PDAM, BPJS dan banyak lagi.








Referensi

Bisnis, M., 2023. daya.id : Perkembangan Kosmetik Lokal 2022. [Online]
Available at: https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/pengembangan-diri/perkembangan-industri-kecantikan-bagian-2-
[Accessed 21 Oktober 2023].

Fiona, D., 2023. Orami.co.id : 7 Rekomendasi Tempat Recycle Botol Skincare, Ladang Cuan dan Reward!. [Online]
Available at: https://www.orami.co.id/magazine/rekomendasi-tempat-recycle-botol-skincare
[Accessed 21 Oktober 2023].

PUTRI, C. N., 2021. Parapuan.co : Limbah Skincare dan Kosmetik Kian Mengancam, Apa yang Bisa Kita Lakukan?. [Online]
Available at: https://www.parapuan.co/read/532808811/limbah-skincare-dan-kosmetik-kian-mengancam-apa-yang-bisa-kita-lakukan?page=all
[Accessed 21 Oktober 2023].

 


Komentar